PC RMI PONOROGO

Suara Resmi RMI Ponorogo

Tugas Berat Lima Tahun Kedepan

PEMILIHAN Presiden, kalau kita bisa mempercayai hasil quick count sudah dapat diketahui siapa yang terpilih. Tetapi, kalau harus menunggu perhitungan KPU, baru tanggal 8 Agustus nanti diumumkan. Dalam kurun waktu sebulan itu, bahkan mestinya sampai Oktober nanti, ada saja permasalahan yang mungkin harus memperoleh kepastian, sementara antara SBY dan JK, sebagai Presiden/Wakil Presiden mungkin sudah tidak efektif lagi.

Karena itu, alangkah eloknya, kalau KPU bisa mempercepat hasil penghitungan Pilpres, sehingga secara moral, seluruh jalannya pemerintahan berada di satu tangan, yaitu Presiden incumbent dan sekaligus Presiden terpilih. Peran Wapres, secara moral menjadi sekedar formalitas.

Hal itu diperlukan, agar Presiden terpilih memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan berbagai kebijakan lima tahun kedepan, baik didalam memenuhi janji-janjinya selama kampanye maupun meletakkan landasan masa depan selanjutnya. Sebab, lima tahun kedepan, sesungguhnya bukan tugas yang ringan. Meskipun kita bisa berbangga bisa mengatasi krisis, kemajuan yang kita capai sesungguhnya masih harus ditingkatkan. Dari aspek perekonomian (misalnya) pertumbuhan ekonomi kita masih dibawah India dan China. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sekitar 3 sampai 4 persen, sementara India dan China pertumbuhannya sekitar 6,5 persen dan 7 persen. Tahun depan, India menargetkan 9 persen, sementara Indonesia, pasti berada dibawah angka itu. China, mungkin sudah dua digit. Artinya, kedua negara besar itu akan semakin meninggalkan Indonesia.

Keprihatinan seperti itu, sesungguhnya masih bisa ditambah dengan berbagai hambatan yang masih akan kita hadapi. Rating sebagai negara yang korup, pelayanan publik yang masih buruk, jumlah pengangguran/kemiskinan yang tinggi, status kesehatan yang juga masih buruk, daya saing yang rendah dan lain sebagainya. Hambatannya masih menggurita, sehingga kita berharap, lima tahun kedepan semuanya bisa teratasi. Tentu, dalam era itu, kita akan mengalami kemajuan. Namun, kemajuan itu belum akan mampu mengangkat Indonesia setingkat India, apalagi China. Dengan Malaysiapun, kondisi kita belum akan sebaik harapan kita. Bukti yang kasat mata, kebutuhan TKI Malaysia justru semakin meningkat, meskipun banyak peristiwa yang memilukan yang dialami para TKI. Panggilan untuk menjadi TKI di Malaysia tetap meningkat. Bila perlu, secara ilegal.

Pendeknya, pemerintahan lima tahun kedepan, tidak boleh hanya bisa menjanjikan kemajuan, tetapi kemajuan yang lebih tinggi dibanding negara di sekitar kita. Hal ini diperlukan, agar kesenjangan regional semakin menyempit, sehingga tidak ada arogansi sosial yang bisa memperburuk hubungan kita sebagai sesama negara anggota ASEAN.

Sebab, adanya kesenjangan regional itu semakin terasa, ketika kita menyadari keberadaan mereka di Indonesia, dimana mereka telah eksis di dunia perbankan, transportasi, pendidikan, rumah sakit, sampai ke restoran. Meskipun investasi mereka kita perlukan, kita juga harus merelakan mereka bisa menarik keuntungan dari berbagai bidang usaha itu. Suatu hal, yang sesungguhnya bisa lebih memperlebar kesenjangan regional, apabila kita gagal mencapai kemajuan secara bermakna. Suatu hal yang akan semakin menumbuhkan arogansi sosial saudara kita serumpun. Karena itu, semangat kemandirian, mudah-mudahan akan memperoleh perhatian yang lebih besar pada lima tahun mendatang. Mendahului perhitungan KPU, kita ingin mengucapkan selamat kepada Presiden/Wakil Presiden terpilih. (Penulis Redaktur Pelita)

9 Juli 2009 - Posted by | Kolom

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.